Laporan Fiskal dan laporan komersial apa bedanya ?

Pernah tidak kalian mendengar atau mengetahui laporan fiskal dan laporan komersial? Bahkan yang sudah mengenal keduanya pun masih saja ada yang belum terlalu hafal apa perbedaan laporan fiskal dan laporan komersial. Laporan fiskal dan laporan komersial ini yaitu sama sama laporan keuangan. Nah biasanya setiap perusahaan wajib membayar pajak ke Negara sehingga laporan keuangan harus dibedakan untuk kepentingan pajak atau komersial. Lantas apa bedanya laporan keuangan fiskal dan laporan keuangan komersial? Yuk baca selengkapnya!

Baca juga Sebelum Memulai Bisnis, Kamu Perlu tahu Jenis-Jenis Laporan Keuangan ! 

Sebaiknya kamu harus mengetahui dan memahami terlebih dahulu dari pengertian laporan fiskal dan laporan komersial, Berikut ini pengertian dari laporan fiskal dan laporan komersial :

1. Laporan fiskal merupakan laporan keuangan yang tercantum informasi akuntansi yang dirancang untuk kepentingan perpajakan, pengutaraannya sesuai dengan ketentuan peraturan perUU perpajakan yang berlaku. Lalu, apa saja sih yang mencakup dalam laporan fiskal, berikut ini contohnya :

  • Neraca fiskal
  • Perhitungan laba rugi dan perubahan laba ditahan
  • Penjelasan laporan keuangan fiskal
  • Perbaikan laporan keuangan komersial dan laporan keuangan fiskal
  • Ikhtisar kewajiban pihak

Nah, itu dia pengertian dari laporan keuangan fiskal dan poin-poin tadi yang mencakup dalam laporan keuangan fiskal.

2. Sedangkan laporan keuangan komersial yaitu laporan keuangan yang dibuat berdasarkan standar yang sudah ditetapkan pada prinsip-pinsip akuntansi yang bersifat tidak memihak atau disebut juga netral.

Nah, itu pengertian dari laporan komersial. Bagaimana sudah dapat mengetahui perbedaanya antara laporan fiskal dan laporan komersial? Lantas apa perbedaan dari laporan fiskal dan laporan komersial? Berikut ini perbedaan laporan fiskal dan laporan komersial terdapat pada :

  • Penghasilan atau pendapatan

Dalam konsep penghasilan menurut akuntansi dan perpajakan berbeda. Hal ini merupakan hal yang wajar, kembali lagi pada tujuan dan pembuatan kebijakan pada laporan fiskal dan laporan komersial tersebut juga berbeda. Pada akuntansi (komersial), penghasilan (income) dan pendapatan (revenue) merupakan hal yang berbeda, tetapi keduanya termasuk pada laporan keuangan, nah sedangkan di dalam akuntansi pajak (fiskal) pendapatan merupakan penghasilan. Sedangkan konsep penghasilan dari sudut pandang akuntansi, Menurut UU No. 36 (2008:4) yaitu setiap kemampuan ekonomis yang diterima oleh wajib pajak, baik berasal dari Indonesia maupun luar Indonesia yang dikonsumsi atau menambah kekayaan wajib pajak dengan nama serta dalam bentuk apapun.

Kemudian pajak (fiskal) membagi penghasilan ke dalam tiga kategori, yaitu :

  • Penghasilan yang merupakan sebuah objek pajak
  • Pengahasilan yang dikenakan pajak final
  • Penghasilan yang bukan termasuk dalam objek pajak penghasilan

Dari perbedaan itu, maka perbedaan laba dalam akuntansi komersial dan akuntansi fiskal dimana pada fiskal terdapat penghasilan yang bukan merupakan objek pajak yang berarti penghasilan tersebut tidak menyebabkan kenaikan laba fiskal.

  • Beban

Dalam konsep beban menurut akuntansi dan perpajakan juga berbeda. Menurut IAI (2007:13) diartikan bahwa beban pada akuntansi komersial merupakan sebagai penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aktiva atau adanya sehingga menyebabkan turunnya ekuitas yang bukan menyangkut pada pembagian penanam modal.

Sedangkan dari sudut pandang fiskal yaitu sebagai biaya untuk menagih, memperoleh, dan memelihara penghasilan atau biaya yang berhubungan langsung dengan peroleh penghasilan.

Perbedaan itulah yang membuat laba pada laporan fiskal dan laporan komersial berbeda.

  • Perhitungan persediaan dan penyusutan

Konsep perhitungan persediaan menurut UU Pajak penghasilan Indonesia, perhitungan persediaan ada dua metode, yaitu metode rata-rata atau dengan metode LIFO.

Sedangkan Konsep penyusutan, perbedaanya terletak pada penentuan umur, aktiva, dan metode penyusutan yang digunakan. Akuntansi komersial mempunyai beberapa metode penyusutan, yaitu:

  • Yang pertama yaitu metode garis lurus (Straight line method), menghasilkan pembebanan selama umur manfaat asset jika residu tidak megalami perubahan nilai
  • Yang kedua yaitu metode saldo menurun (Diminishing balance method), menghasilkan pembebanan menurun selama umur manfaat asset.
  • Yang ketiga yaitu metode jumlah unit (Sum of the unit method), menghasilkan pembebanan menurun selama umur manfaat asset.

Menurut akuntansi fiskal menyatakan ketentuan perpajakan menetapkan dua metode yang wajib pajak dilaksanakan berdasarkan UU No. 36 (2008:11) tentang pajak penghasilan, yaitu berdasarkan metode garis lurus dan saldo menurun yang dilakukan secara konsisten.

Itulah bebeapa perbedaan antara laporan fiskal dan laporan komersial, Semoga bermanfaat dan membantu!

Anda dapat trial Accurate Online gratis 30 hari di sini